Kamis, 11 Juni 2015

KLINIK KEWIRAUSAHAAN

Bertemu  dan belajar langsung dengan  CEO, Manajer, Business Owner, Founder & Co-Founder perusahaan-perusahaan Indonesia untuk mewujudkan impianmu menjadi wirausaha muda. 

10 Peserta Terbaik Klinik Kewirausahaan, Alhamdulillah




























Lets be Young Enterpreneur 

Sumber : http://entrepreneur.or.id/klinik/ (12 Juli 2015 Pukul 09:45 WIB)


Selasa, 09 Juni 2015

YOUTH PROGRAM 2015

Dua belas mahasiswa Universitas Gadjah Mada berkesempatan mengikuti Youth Program yang diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan generasi muda Indonesia sebagai agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan permukiman. 

Youth Program merupakan rangkaian acara “Water, Sanitation, and Cities (WSC) Forum 2015” yang melibatkan pemuda Indonesia maupun International. Dua belas mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang mengikuti Youth Program antara lain Diana Febrita (Pembangunan Wilayah), Novi Asti Lalasati, Rizal Faozi Malik, dan Indra Agus Riyanto (Geografi dan Ilmu Lingkungan), Dian Marwani (Kesehatan Masyarakat), Muhammad Farizan Praevia (Teknik Kimia), Kustomo (Kimia Lingkungan), Zakariya Arif (Teknik Fisika), Miskar Maini dan Robi Arianta (Teknik Sipil),  Ghina Nabilah (Teknik Arsitektur), serta Afina Ma’dan (Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota).

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23-29 Mei 2015 di Jakarta yang diikuti oleh 75 pemuda Indonesia maupun Internasional. Selain pemuda Indonesia, program ini turut diikuti sejumlah pemuda dari Jerman, Thailand, dan India. Peserta yang diundang dalam Youth Program merupakan pemuda terpilih dari hasil seleksi yang diikuti oleh 268 pemuda Indonesia maupun Internasional. Peserta Youth Program merupakan pemuda yang memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, aktif kegiatan lingkungan maupun komunitas, dan telah berkarya dalam meningkatkan permukiman, penataan bangunan, air minum, dan sanitasi (air limbah dan persampahan rumah tangga).

Rangkaian kegiatan yang laksanakan antara lain seminar dan workshop, praktek kerja lapangan di Rumah Susun Tzu Chi dan Bantaran Kali Ciliwung Lenteng Agung, dan lomba proposal grup. 

DUTA KILAU SUNSILK 2014


One year ago #DutaKilauSunsilk :)


Minggu, 12 April 2015

PENGALAMAN UNTUK PENGALAMAN



Pengalaman adalah guru terbaik. Kata-kata inilah yang tertanam di dalam diri saya dan membangkitkan semangat untuk menjadi pejuang yang mencari pengalaman, baik pengalaman di dalam kampus maupun di luar lingkungan kampus yang diselenggarakan di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Mahasiswa yang aktif bukan hanya sebuah keinginan, tetapi kewajiban sebagai generasi muda. Berbagai aktivitas telah mewarnai kehidupan saya dan memberikan pelajaran yang tidak ternilai harganya.
Berawal dari minat di bidang seni, saya bergabung menjadi anggota divisi teater di Bengkel Kesenian Geografi di tahun 2012-2014. Organisasi ini membangun kreatifitas anggotanya, serta jiwa sosial dan lingkungan. Banyak kegiatan seni dan lingkungan yang diselenggarakan secara gratis untuk berbagi kebahagiaan kepada orang lain. Pentas seni, pameran foto, kampanye lingkungan, penanaman pohon, serta kegiatan seni lainnya menjadi rutinitas sebagai mahasiswa di Kampus Biru, Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Organisasi ini memberikan pengalaman  menjadi penyelenggara kegiatan seni maupun lingkungan.
Belajar dari pengalaman sebelumnya sebagai penyelenggara kegiatan, pada tahun 2014 saya berkontribusi di luar kegiatan kampus dalam acara Pawai dan Atraksi Budaya Kota Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Saya terlibat sebagai liason officer yang bertugas mendampingi Keluarga Pakualaman sebelum pelaksanaan hingga akhir kegiatan berlangsung. Pengalaman lainnya yaitu sebagai panitia divisi acara dalam kegiatan Jogja International Heritage Walk yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan penanaman pohon di Kampung Jamu Marta Tila’ar tahun 2014.
Organisasi lainnya yang pernah diikuti yaitu Koperasi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada pada tahun 2012-2013 dan ARDGISS (Assosiation of Regional Development and Geography Information Science Student) sebagai anggota divisi kewirausahaan pada tahun 2012-2014. Pengalaman di organisasi ini dan dukungan pengalaman kewirausahaan yang pernah dilakukan sebelumnya di IM3 Mobile Accademy (Duta IM3) Provinsi Lampung pada tahun 2011, mendorong saya mengimplementasikan kegiatan wirausaha “Bisnis Tanpa Modal”. Pengalaman sebagai Bendahara Olimpiade Geografi Nasional memberikan pelajaran berharga dalam pengelolaan keuangan. Saat ini saya bergabung dalam kelas kewirausahaan Entrepreneur Club UGM untuk mengembangkan kegiatan wirausaha. Pendapatan yang diperoleh digunakan untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.
Kontribusi kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan antara lain Implementasi Education Sustainable Development - Sister Village di Desa Ngargomulyo dan Tamanagung sebagai asisten kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat, Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Jalan dan Penerangan Jalan Umum di Kota Yogyakarta sebagai asisten lapangan, dan Analysis of Community Based Drinking and Clean Water Facilities in Yogyakarta City yang dipublikasikan dalam The 2nd International Conference Planning in The Era of Uncertainty pada Maret 2015 di Universitas Brawijaya. Kegiatan penelitian yang sedang dilaksanakan antara lain Presepsi Masyarakat Terhadap Pembangunan Mall, Aparteman, dan Hotel di Yogyakarta bekerjasama dengan Komunitas Pemuda Tata Ruang, serta Pemanfaatan Rumah Susun dan Kebijakan Pengembangannya di Kabupaten Sleman - Esai #TanotoFoundation

Rabu, 04 Maret 2015

Jumat, 06 Februari 2015

KETIKA TEMUKAN KAMU




Cinta ibarat layang-layang. Semakin tinggi dia terbang, semakin besar angin menerjang.  Lihatlah! Benang-benang ini sangatlah tipis. Mudah baginya untuk terbang. Mengembara bersama angin dan butiran debu di udara. Mendarat, melayang, dan kembali mengudara. Tetapi, dia masih bertahan. Kamu yang menarik dan mengulurnya. Kamu yang membuatnya tetap bertahan. Kamulah alasan ....

Minggu, 01 Februari 2015

CINTA TANPA BATAS

"Ribuan hari aku menunggu. Ribuan kertas kutulis namamu. Jarak dan waktu telah memisahkan kita, tetapi tulisan-tulisan ini masih untukmu. Aku hanya ingin kamu menyadari, cintaku tanpa batas"

Seripihan kata-kata dari penulis amatiran. Tentang mereka yang terjebak dalam friendzone.
Semoga Tuhan segera menyadarkan :)




Derap langkah kupercepat. Tak sabar bertemu dengannya. Dia yang selama ini aku tulis dalam lembaran-lembaran kertas. Merasuk dalam dunia fatamorgana. Imajinasi yang mengisi ruang-ruang kosong dibenakku. Harapan di hati kecilku.

“Cinta, oh cinta. Ini dunia fiksi. Ruang khayalan dan imajinasi. Biarkan aku bebas menentukan jalan ceritaku sendiri.”

Aku menghapus air mataku dan berhenti menangisi kepergiannya. Memang ini bukan salahnya. Semua ini hanya kebodohanku saja. Seharusnya aku  menyadari, cinta butuh ruang dan waktu.

DEAR CINTA - Teringat kenangan  masa lalu. Takdir mempertemukan kita di saat yang tak pernah kita duga. Sejak saat itu  kita sering bertemu. Menghabiskan waktu bersama. Berbagi cerita, tangis, dan tertawa bersama. Kamu mengisi hari-hariku, membuatnya lebih berwarna. Rasa itu hadir. Ada getaran dihatiku. Diam-diam aku mengagumimu.

Kurapuhkan pintu hatimu. Namun, aku gagal memasukinya. Sekuat tenaga mengejarmu, tetapi kamu berlari kearahnya. Ribuan hari menunggu, ribuan kertas kutulis namamu.  Berdebu. Sayang, kamu telah salah membaca. 

Perlahan  kukubur hasrat memilikimu. Bagiku yang terpenting  membuatmu bahagia. Kebahagianmu adalah kebahagianku. Maaf, aku membuat dia menyadari perasamu. Maaf, aku merelakanmu bahagia bersamanya. Congratatulation

“Masa aktif jomblo anda akan berakhir. Segera isi ulang hati anda.”

MEIN PROFIL

Hallo ... Mein name ist Diana Febrita. Ich komme aus Lampung, Indonesian. Ich wohne in der Kaliurang straße. Ich 20 jahre alt. Ich bin studentin in Regional Development, Geographie Fakultät, Universitas Gadjah Mada. Ich studie 6 semester. Ich kan spreche Indonesish, English, und ein bisschen Deutsch. Meine hobbys sind joggen, schreiben, film sehen, und musik horen. Mein favorit speise ist gebratener reis. Ich hoffe nach Deutschland fliegen:) Auf wiedersehen!


Selasa, 09 September 2014

SERPIHAN HATI – Risty Nandaditya



Persahabatan yang luar biasa, Villa dan Rahma. Sejak kecil bersama hingga tumbuh menjadi gadis-gadis yang cantik jelita. Kebersamaan mereka  hampir di setiap waktu, membuat mereka seperti anak kembar.  Sayang, kebersamaan itu mulai pudar sejak kehadiran Dimas.

Apa yang akan kamu lakukan ketika orang yang kamu cintai, mencintai sahabatmu sendiri? Akankah kamu akan merelakan mereka bahagia di tengah kegalauan hatimu?

Ikhlas ... kata mudah untuk dikatakan, tetapi sulit dilakukan. Begitulah yang terjadi pada Villa. Seseorang yang benar-benar dia cintai, Dimas, mencintai sahabatnya sendiri, Rahma. Kebayang nggak sih kalau jadi Villa?

Sejak Dimas dan Rahma jadian, Villa berubah. Dia mulai mengubah dirinya, dari penampilan hingga sikapnya pada orang-orang terdekatnya, termasuk Rahma. Villa seperti serpihan hati yang hilang dalam kehidupan Rahma dan Dimas adalah serpihan hati yang hilang dalam hidup Villa. Sayang covernya kurang menarik dan endingnya juga kurang pas. Tapi, ceritanya seolah nyata. Penulisnya berbakat buat bisa bawa pembaca seakan ada di antara napas mereka :)


NADA TANPA KATA - Mira



Kasih sayang ibu memang nggak ada batasnya. Semakin aku baca, semakin kebayang wajah mama yang lagi ldr sama anak-anaknya. Resah, gundah, galau, risau. Yah... apapun itu yang jelas mama pasti lagi ngebayangin wajah anak-anaknya. Sedikit rasa khawatir bercampur gelisah :)

Arista, wanita yang hebat dan luar biasa! Wanita ini tegar banget buat ngejalanin amanah Tuhan. Hidup sendiri sebagai single parent menghidupi anak autis tidak membuat Arista patah semangat. Bahkan, Arista lebih kuat hingga akhirnya Alex, anaknya, berhasil menjadi fotografer handal yang terkenal di kancah dunia.
Buku ini nggak hanya cerita tentang ketegaran Arista, tetapi juga kesetiaan Alex pada Adelana. Bahkan ketika Alex menemukan wanita cantik eksotis dari Kenya, dia masih setia menaruh hatinya pada Adelana.  “Hidup sekali, jatuh cinta pun satu kali (Alex)"


SUJUDILAH CINTAMU – Zaenal Fanani



“Cinta itu tak ubahnya seperti kabut. Ia bisa dipandang tetapi tidak mudah menyentuhnya. Ia hanya bisa ditempakan di tempat bening yang ditutup rapat dan wadah itu adalah sebuah hati yang jernih. Sebuah hati yang jauh dari prasangka. Sebuah hati yang bisa mengerti keadaan dan suasana.”

Cinta, hadir pada waktu dan ruang yang tak pernah kita kira sebelumnya. Cinta hadir pada orang yang tak terduga. Sulit melupakan, apalagi merelakan kepergiannya.

“Percayalah, Allah telah menggariskan pertemuan kita. Dan kita yakin, kehadiran hari-hari di depan akan meletakan kita pada suasana yang lebih baik. Bilamana saatnya tiba kelak, kau dan aku akan bertemu kembali. Biarlah esok kita mempersiapkan diri kita masing-masing menyambut kehadiran sebuah hari yang kita nantikan.” 

Kehadiran Halimah, mahasiswa dari salah satu universitas di Yogyakarta, di desa terpencil dan terojok jauh dari peradaban, membuat mereka bertemu. Salman dan Halimah. Berasal dari latar belakang yang berbeda, membuat gejolak di kehidupan mereka. Salman, seorang yatim piatu yang tumbuh dengan orang tua asuh. Dia beranjak dewasa menjadi nelayan di desa kecil yang hidup dengan mitos-mitos turun menurun. Sedangkan Halimah, gadis kelahiran Kalimantan yang berasal dari keluarga yang berada.

Sebenarnya nggak bisa menerka-nerka ending ceritanya. Terputus, menggantung. Aku nggak tahu apakah penulis sengaja buat pembaca penasaran atau buku ini masih ada lanjutanya. Buku ini bagus sih, hanya aja bahasanya rada berat. Banyak kata-kata manis yang bisa disimpan dalam hati :)



SEPENGGAL BULAN – Zaenal Fanani



“Anak-anak ayo buka jendela pengetahuan”

Pernah terbayang, sekolah dengan murid yang dapat dihitung dengan jari-jari kecilmu. Sekolah dengan seorang guru yang keberadaannya mendapat penolakan dari orang-orang di sekitarnya. Kehadiran Tumirah di Pesanggrahan menjadi cahaya bagi sebagian masyarakat yang ada di sana. Tidak sedikit yang menolak kehadirannya. Wanita cerdas dari Desa Serabi, tidak hanya menjadi guru untuk anak-anak di desa ini, tetapi sahabat berbagi. 

Anak-anak belum saatnya bekerja. Mereka seharusnya menikmati masa kecil mereka, bermain dan belajar. Tumirah yang tulus mengajar, iklas tanpa mengharap gaji, berjuang keras mengubah pola pikir masyarakat tentang pendidikan. 

Penulis cerita ini kreatif. Flashback dengan alur snowball yang beruntun.   bahasanya rada susah dimengerti. Overall, buku ini bagus buat di baca. Recommended, terutama buat calon-calon guru muda. Banyak pelajaran yang bisa diambil hikmahnya. Keikhlasan, kesabaran, dan ketulusan :)